Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2019

Ngabuburit Keren



Ngabuburit Keren bersama PIT 6 TP2G 


Hari Sabtu, 25 Mei 2019 hari yang ditunggu.... semua peserta PIT 6 TP2G terkhusus buatku karena hari itu kan kudapatkan selembar sertifikat hasil kerja keras dalam pelatihan yang cukup menguras energi untuk berfikir, karena memang aku belum pernah ngeweb/ ngeblog rasanya seperti apa gitu... apalagi di bulan Ramadhan ini, serasa cepat waktu berbuka he he he ☺☺☺ nih salah satu kegiatan ngabuburit yang keren.

Alhamdulillah tugas on hari ke-1 sampai dengan tugas on hari ke 5 sudah mampu kuselesaikan meskipun masih belum sempurna sesuai dengan materi yang diberikan oleh Al Mukarom Ustadz Bakri, dan materi-materinya yang diberikan waktu ON sudah coba kufahami meskipun tertati-tatih karena situasi dan kondisi, maklum emak-emak rempong yang punya baby. Selama on ini banyak ilmu yang kudapat dan seru abis... nih saat membuat header kalau semua pakai photosop aku pakai powerpoint, mau pesan pak bakri ternyata sudah ditutup akhirnya mencoba sendiri gak jadi-jadi.

PITENAM emang kereen, karena pesertanya yang kereeen-kereeen, karena luar biasa respon-respon di grup wa saat tugas dan materi diberikan terlihat berlomba-lomba untuk segera memahami dan menyelesaikan bahkan sampai menunggu dan menantang ustadz bakri untuk segera memberikan tugas On berikutnya ha ha ha. terima kasih teman-teman semua peserta PITENAM untuk semangatnya yang luar biasa... jangan lupa blogwalkingnya ya, sarannya, kami setia menunggu.

Terima kasih para master trainer yang tak bisa kusebut satu persatu untuk ilmu yang dibagi kepada kami dan atas bimbingan yang diberikan selama on. share ilmunya selalu kami nanti. harapannya tahun depan bisa ikut kegiatan TP2G lagi.





Senin, 20 Mei 2019

Ramadhan Istimewa

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Oleh :
IMRO'ATUN NAFI'AH S.Pd.I



Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya dengan keutamaan yang agung dan keistimewaan yang banyak. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang agung, yaitu:

Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur’an di dalam bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini, Allah memperlihatkan kepada mereka kebenaran (al-haq) dari kebatilan. Kitab yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan (kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keistimewaan ke dua, diwajibkannya berpuasa di bulan tersebut kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Allah Ta’ala memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam, di antara kewajiban yang Allah Ta’ala wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.

Minggu, 19 Mei 2019

Karya 5 (AKU BUTUH ENGKAU, AYAH IBU!)


   AKU BUTUH ENGKAU, AYAH IBU !
Oleh:
Imro’atun Nafi’ah, S.Pd.I.

attention needed

Setetes air mataku terjatuh tak terasa di jurnal mengajarku, bergemuruh di dada gejolak rasa menyesakkan jiwa. Menyaksikan bunga masa depan terkulai layu tak berdaya di saat kuncupnya akan mekar.
“Sungguh Ibu Bapak aku membutuhkanmu”.
Itu seuntai kalimat yang terpendam dalam hati murid-muridku yang tak mampu mereka ucapkan kepada ayah ibu mereka. Kutuliskan ini, sebagai pengingat diri karena selain sebagai seorang guru, saya juga seorang ibu dari dua orang putra yang membutuhkan kasih sayang dan didikan yang utama.
Kita yang sudah menjadi orang tua tentu senantiasa berharap, berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang shalih, anak-anak yang bermanfaat. Namun siapa yang bertanggung jawab menjadikan mereka anak shalih, apakah orang tua? Ataukah sekolah dan para gurunya?                                    

Sabtu, 18 Mei 2019

Karyaku 3 (Tak Cukup Dengan Cinta Harus Ada Yang Kita Ubah)


TAK CUKUP DENGAN CINTA
HARUS ADA YANG KITA UBAH

Oleh:
Imro’atun Nafi’ah
Ibu dari 2 Putra



Teringat nasihat salah satu sahabat kecil Muhammad SAW, Ali Bin Abi Thalib tentang anak-anak kita, tentang betapa mereka lahir untuk zaman yang akan datang dan bukan zaman saat kita menepuk dada hari ini, terasa betul sekali bahwa kita saat ini harus membangun tujuan (visi) hidup mereka.
Harus kita siapkan pendidikan mereka dengan pendidikan yang menghidupkan jiwa, menguatkan tekad, membangkitkan hasrat untuk berbuat baik dan berlomba dalam kebaikan serta menempa sikap mental yang unggul untuk menentukan wajah masa depan mereka yang sekaligus wajah masa depan bangsa.
Sekedar cerdas saja tidak cukup jika kita ingin mempersiapkan anak-anak kita untuk mampu mengemban amanah pada zamannya. Sekedar cerdas saja tidak cukup jika kita ingin mereka mampu menggemgam dunia ditangannya dan memenuhi hatinya dengan Iman Kepada Allah. Maka menjadi orang tua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekedar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan tak cukup untuk membuat anak-anak kita itu menjadi unggul, sebab banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. 

Karyaku 2 (Bu Guru, Aku Masih Suka Bermain Kereta-Keretaan!)



1
BU GURU, AKU MASIH SUKA BERMAIN KERETA-KERETAAN!

Oleh:
Imro’atun Nafi’ah, S.Pd.I.


Ternyata dan kenyataannya mereka, peserta didikku kelas IX yang badannya besar-besar. Selain itu, tinggi badannya  melebihi gurunya.  Tak kusangka, mereka masih suka bermain kereta-keretaan.
Aku berjalan setapak demi setapak dengan langkah yang pasti. Menata hati, teriring harapan menatap sang pertiwi berkibar. Terbayang kesantunan dan keelokan rupa anak negeri. Perjalananku ke ruang kelas terasa sangat panjang. Tatkala selempang kisah-kisah keperihan negeri ini, bergelembung menari di depan nyataku. Mulai semaraknya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas di kalangan remaja, pembunuhan, perampokan, sampai korupsi. Kuingat kondisi itu, serasa tercoreng malu mukaku. Meskipun aku bukan seorang Presiden, seperti Pak Jokowi ataupun Pak Bupati heeemm.... Aku hanyalah seorang guru yang tiap minggu masuk ke kelas dua jam pelajaran.
Kini menapak kakiku di kelas ini. Ya... disini dimulai. Langkah kecil inilah yang mengantar menuju kesana. Semoga.
Wajah masa depan pertiwiku kini berada di tatapanku. Seolah akulah sang pelukisnya.  Hari ini Selasa di kelas IX A,  dua puluh tiga murid menatap diriku. Menanti apa yang hari ini mereka lakukan, dan menanti apa yang akan kuucapkan. Ku mulai salam harapan keselamatan untuk muridku dunia dan akhirat. Dengan jawaban serempak, menandakan kesiapan mereka belajar hari ini. Lantunan Surat At Tiin menggema di telinga selama satu semester ini, dari lisan mereka. Untuk harapan terbukanya hati dan sirnanya kegalauan hati remaja masa kini.